Home » Menciptakan Guru Kimia Unggul

Prof. Dr. H. Jimmi Copriady, M.Si
Guru Besar FKIP Universitas Riau

IMG_0436Pembangunan masyarakat abad ke-21 terutama bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, masyarakat bukan lagi sebagai pengguna hasil penemuan sains semata tetapi juga menjadi perintis dan pencetus ide baru dalam konteks pembangunan ilmu sains khususnya implikasi pendidikan kimia terhadap masyarakat dan bangsa Indonesia.

Arah dan kemajuan pendidikan kimia akan dapat direalisasikan melalui pemantapan materi kimia dan peran guru kimia unggul dalam menyediakan pengalaman belajar yang menarik dan efektif. Upaya perubahan dan transformasi dalam pendidikan kimia, berbagai macam pengembangan saintifik dapat dilakukan sehingga akan meningkatkan citra kesejahteraan bangsa. Wacana tentang konsep literatur kimia dan kepentingannya dalam mencerdaskan bangsa mempunyai korelasi dengan iklim pengajaran dan pembelajaran yang efektif dan kondusif melalui peran guru kimia yang unggul dan berdaya kreatif.

Konteks implementasi ilmu kimia dalam masyarakat tersebut, Yuenyong & Narjaikaew (2009) mengemukakan empat perspektif berkaitan tujuan ilmu kimia, yaitu:

1. Perspektif Pertama: Utilitarian

Pandangan yang berkaitan dengan keperluan untuk menguasai ilmu, kemampuan dan sikap terhadap kimia sesuai dengan minat mereka dimasa depan menjadi professional. Menurut Osborne (2008), penguasaan ilmu kimia menjadi hal yang penting dalam merekayasa perubahan teknologi, kreativitas dan inovatif.

2. Perspektif Kedua: Demokratik

Masyarakat mempunyai kesadaran tentang manfaat ilmu kimia untuk menciptakan teknologi dan dampaknya kepada kualitas hidup masyarakat. Melalui riset dan pengembangan ilmu kimia berbagai kemajuan dan penemuan baru memberi dampak kepada kehidupan sehari-hari seperti pembuatan dan pemanfaatan logam, dalam bidang pertanian, farmasi dan sebagainya.

3. Perspektif Ketiga: Ekonomi

Merujuk kepada sebuah masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan untuk memajukan ekonomi agar dapat bersaing pada tingkat global. Sains merupakan ilmu yang berkait dengan konsep, hukum dan prinsip untuk memahami fenomena alam. Sains dimaksudkan sebagai satu pola berfikir yang berfungsi sebagai tanda kepada pencapaian kehidupan manusia sekaligus meningkatkan perkembangan ekonomi negara.

4. Perspektif Keempat: Berbasis Ilmu

Siswa diperkenalkan dengan konsep Sains melalui berbagai topik sehingga mampu menunjukkan beberapa pemahaman mengenai ciri hewan, rantaian makanan serta dampak perubahan populasi dalam ekosistem. Siswa juga diperkenalkan dengan aspek-aspek perubahan kimia, sumber daya alam dan sekitarnya. Kemajuan pendidikan di negara lain seperti Finlandia perlu dijadikan contoh dalam mentransformasi kualitas pengajaran melalui usaha seorang guru berbasiskan penguasaan ilmu.

Kualitas pendidikan di Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara tetangga dan tidak terlepas dari tanggungjawab seluruh komponen bangsa Indonesia. Komponen yang harus bertanggung jawab adalah semua pihak yang berkepentingan (stakeholder) dalam dunia pendidikan, baik guru, orang tua siswa, Dinas Pendidikan, Departemen Agama, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), DPR yang membawahi bidang pendidikan, termasuk Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai lembaga pencetak tenaga guru (Hasairin, 2008).

Menciptakan seorang guru yang profesional bukanlah pekerjaan mudah, diperlukan waktu yang panjang agar setiap guru memiliki berbagai kemampuan atau kompetensi yang harus terinternalisasi dalam pola, sikap dan tindakan yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari.

Karenanya, dalam menyongsong era globaliasasi, pemerintah dan berbagai pihak yang lain yang terkait sudah semestinya menyiapkan program-program strategis yang mengacu kepada “enam strategi menciptakan guru unggul” khususnya guru kimia untuk menciptakan guru yang berkompentensi tinggi bukan saja pada level lokal, juga pada level nasional, regional dan internasional. Dengan menerapkan enam strategi di atas maka usaha untuk menciptakan guru kimia unggul dapat tercapai karena setiap strategi berhubungan langsung dengan peningkatan kompetensi guru kimia.

Rujukan:
Hasairin, Ashar. 2008. Upaya peningkatan Kualitas Pendidikan ndonesia Melalui Peningkatan Sumber daya Guru. Kumpulan Abstrak Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia VI, 17- 19
Jimmi Copriady. 2014. Teachers Competency in the Teaching and Learning of Chemistry Practical. Mediterranean Journal of Social Sciences, vol 5 (8), 2039-2117.
_______. 2014. Penerapan SPBM Yang Diintegrasikan Dengan Program eXe-Learning Terhadap Motivasi Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Kimia Dasar. Jurnal Pendidikan, vol 5 (2)
_______. 2013. The Implementation of Lesson Study Programme for Developing Professionalism in Teaching Profession.Asian Social Science; Vol. 9, No. 12
Osborne, Jonathan & Justin, Dillon. 2008. Science Education In Europe: Critical Reflections. London
YuenyongChokchai &NarjaikaewPattawan. 2009. Scientific Literacy and Thailand Science Education. International Journal of Environmental & Science Education Vol. 4, No. 3, July 2009, 335-349

 

About

Lahir 19 Juli 1990 di yogyakarta. sekarang tinggal di Pekanbaru bekerja Sebagai Staff IT di perpustakaan Universitas Riau.

One thought on “Menciptakan Guru Kimia Unggul

  1. Widiyanto says:

    Walupun tanggapan terlambat bukan berarti tidak bermanfaat :
    1. Memang setiap individu dapat berspektif demokratis dalam pengembangan ilmu kimia, termasuk hak untuk pemanfaatan kearah kebaikan dan kedamaian.

    2. Hubungan vertikal antara Dosen PT dengan Guru harus terjalin, di ujung tombak terdepan guru juga mampu menghasilkan riset pengembangan dan atau pemecahan persoalan pendidikan (baca : khususnya kimia)yang dapat dijadikan ide pemecahan masalah global. Dosen harus secara simultan ‘mengedukasi’ para guru yang haus ilmu, semisal lewat elearning kalau tidak Video conference, Text conference pun jadi.
    3. Perkuliahan dalam jaringan (Daring) lewat portal online oleh Dosen PT ke para guru secara gratis, saya yakini dapat menjadi usaha paling nyata menjadikan dan mempertahankan guru unggul yang mengemban banyak tugas dan tanggung jawab.

    3.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini

IMG_1639 Upacara 17 Hari Bulan Januari 2017, Rektor UR Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN
OLYMPUS DIGITAL CAMERA Pekan Raya Biologi 2017, Wadah Implementasi Keilmuan
Jpeg Shalat Mencegah dari Perbuatan Keji dan Mungkar
IMG_1586 UR-ISDS Laksanakan Dialog Untuk Masyarakat Adat
IMG_20170105_110209 Universitas Riau dan BOB-BSP-Pertamina Hulu Jalin Kerjasama

Informasi

Cari berita pada tanggal

January 2017
S M T W T F S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pengunjung

Flag Counter
 

Arsip berita

Redaksi

Penasehat : Prof. Dr. Aras Mulyadi, DEA
Pengarah : Prof. Dr. Thamrin, M.Sc | Prof. Dr. Sujianto, M.Si | Dr. Syafrial, M.Pd | Prof. Dr. Mashadi, M.Si Penanggung Jawab : Ahyat, SE
Pimpinan Umum : Aurida Aman, S.Pd., M.Pd Pimpinan Redaksi : Rioni Imron, S.Sos., M.I.Kom
Koordinator Online : Agus Sutikno, SP., M.Si Data dan Informasi : M. Arsyad, S.kom., M.Si
Reporter :Retno Dewi | Mukmini Rahman, S.I.Kom | Wendi Kurniawan, S.I.Kom | Rabit Zanurman, S.I.Kom | Muhammad Rizqi, SE | Tika V Mutia, S.I.Kom., M.I.Kom | Turiman Publisher : Yasin Setiawan, S.Kom | Anton Yuliarto, S.Kom

Alamat Redaksi

URNews
Kampus Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru Pekanbaru 28293 Email: urnews@unri.ac.id
Website: www.urnews.unri.ac.id